Nilai FDI ke Indonesia masuk tiga besar di ASEAN

Nilai FDI ke Indonesia masuk tiga besar di ASEAN


Arus dana asing yang bebas masuk ke kawasan merupakan salah satu tujuan utama dari integrasi regional dan mencapai ASEAN Economic Community (AEC) mulai awal tahun depan.

Tapi sebaliknya, pada 2012, ASEAN Investment Report menunjukkan bahwa integrasi ekonomi di kawasan regional menjadi hal terpenting bagi foreign direct investment (FDI) di ASEAN.

Data yang sama menunjukkan, pada 2012, FDI yang masuk ke ASEAN merupakan yang terendah dalam beberapa tahun sebelumnya.

Padahal, dalam kurun waktu 2009 hingga 2011, terjadi kenaikan nilai FDI ke ASEAN hingga 150% dari US$ 47 miliar menjadi US$ 114 miliar.

Yang perlu dicatat, pertumbuhan nilai FDI antar negara ASEAN berhasil melampaui FDI di luar anggota ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis di ASEAN tumbuh agresif.

Di antara kawasan ASEAN, ada perbedaan yang jelas terkait kemampuan anggota dalam menarik FDI.

Dari kurun waktu 2005-2011 (kecuali tahun 2008), Singapura berhasil menarik lebih dari 50% FDI ASEAN dalam setiap tahunnya. Demikian pula halnya dengan Indonesia dan Malaysia.

Belakangan, Brunei mulai berbenah diri untuk menarik lebih banyak FDI meskipun gagal masuk dalam lima besar.

Dari data arus FDI ke ASEAN pada kurun waktu 2000-2014, ada jurang besar antara FDI yang masuk ke Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam dengan negara yang mendapatkan FDI rendah seperti Brunei, Kamboja, Lao, Myanmar, dan Filipina.

Berikut data lengkapnya:

Arus FDI ke ASEAN, 2012–2014 (dalam juta dolar US)

 

  2012 2013 2014
Brunei Darussalam 865 725 568
Cambodia 1.557 1.275 1.727
Indonesia 19.138 18.444 22.276
Laos PDR 294 427 913
Malaysia 9.4 12.297 10.714
Myanmar 1.354 2.621 946
Philippines 2.797 3.86 6.201
Singapore 60.98 56.138 72.098
Thailand 10.699 13 11.538
Viet Nam 8.368 8.9 9.2
Total 115.453 117.687 136.181
Source: ASEAN Secretariat, ASEAN FDI Database (accessed 1 July 2015). 

Download data lengkap FDI

Share this post