KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil alias return reksadana saham offshore berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) melaju kencang. Ini disokong pertumbuhan kinerja saham-saham teknologi global.
Merujuk data Infovesta per 8 Juli 2026, sejumlah produk reksadana saham offshore mampu mencetak return dua digit. Ambil contoh produk Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS milik Manulife Investment Management yang mencatat return 30,49% secara year to date (YtD).
Sementara KISI Global Sharia Transformative Technology Equity Fund USD milik PT KISI Asset Management (KISI AM) mencetak imbal hasil 23,25% YtD. Adapun Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas A milik PT Eastspring Investments Indonesia mencatat return 28,15% YtD.
Head of Equity PT BNP Paribas Asset Management Laurentia Amica Darmawan, mengatakan, tema kecerdasan buatan alias artifical intelligence (AI) dan transformasi digital masih menjadi salah satu pendorong utama pasar global. Selain didukung pertumbuhan laba yang kuat, persaingan teknologi antarnegara besar terus mendorong lonjakan investasi dan belanja modal di bidang AI, semikonduktor, dan infrastruktur digital.
Baca Juga: Pasar Finansial Bergejolak, Dana Kelolaan Reksadana Susut
"Selama tren inovasi ini berlanjut, reksadana USD global yang memiliki eksposur ke saham teknologi global masih berpeluang memanfaatkan momentum pertumbuhan tersebut," ujar Laurentia.
Berdasarkan fund fact sheet per Mei 2026, sejumlah underlying asset Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas A ditempati saham-saham teknologi besar seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) sebesar 19,34%, SK Hynix Inc sebesar10,98% hingga Samsung Electronics Co Ltd sebesar 15%.
Adapun Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS ditopang oleh alokasi 62,71% pada emiten teknologi informasi seperti Samsung Electronics Co Ltd sebesar 16,01%, SK hynix Inc 15,82%, dan MediaTek Inc 4,51%.
"Kinerja Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS tak lepas dari strategi pengelolaan portofolio secara aktif sehingga mampu menangkap peluang return yang dihadirkan pasar," kata Samuel Kesuma, Chief Investment Officer MAMI.
Sementara itu, KISI Global Sharia Transformative Technology Equity Fund USD juga menempatkan 97,4% asetnya pada saham global seperti pada KLA Corp sebesar 10,4%, NVIDIA Corp 9,0%, dan Apple Inc sebesar 7,8%.
Chief Investment Officer KIM Indonesia Barkah Supriadi bilang, KISI menyusun model portofolio menggunakan pendekatan yang sistematis dan berbasis data.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kekuatan bisnis, inovasi, momentum harga, serta kondisi fundamental perusahaan.
Tapi Barkah mengingatkan, kondisi pasar global yang masih diwarnai berbagai ketidakpastian geopolitik maupun makroekonomi yang dapat menimbulkan volatilitas ke depan.
Dus, investor perlu pendekatan gradual dan disiplin melalui investasi berkala. Selain itu, risiko penurunan kinerja aset dasar, risiko nilai tukar dolar AS terhadap rupiah juga dapat memengaruhi nilai investasi jika dikonversikan kembali ke rupiah.
