KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendorong minat investor terhadap instrumen investasi berbasis dolar AS. Salah satunya pada reksadana berdenominasi dolar AS. Ini terlihat dari pertumbuhan dana kelolaan reksadana dolar AS yang tumbuh dalam setahun terakhir.
Berdasarkan data Infovesta, reksadana dolar AS dengan dana kelolaan (asset under management/AUM) tertinggi ditempati BNP Paribas Prima USD kategori pendapatan tetap dengan AUM sebesar US$ 106,53 juta per April 2026. Produk ini mencetak pertumbuhan AUM 82,77% secara year to date (YtD).
Selanjutnya, Manulife Liquid Fund USD kategori pasar uang dengan AUM US$ 96,53 juta, atau melonjak 372,15% YtD. Kemudian AUM Danamas Dollar kategori pendapatan tetap sebesar US$ 39,28 juta, tumbuh 33,85% YtD.
Sementara itu, dari sisi kinerja, reksadana dolar AS dengan return terbesar didominasi produk berbasis saham global syariah. Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas A misalnya, mencetak return 120,4% setahun. Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS mencetak return 77,43% setahun. Adapun KISI Global Sharia Transformative Technology Equity Fund USD mencetak return 72,87% setahun.
Jika dilihat underlying asset-nya, Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas A, berdasarkan fund fact sheet per Maret 2026, didominasi saham-saham perusahaan teknologi asal Taiwan, seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Wawan Hendrayana, Vice President Infovesta Utama mengatakan, daya tarik reksadana dolar AS tidak hanya berasal dari kinerja produknya, tapi juga peluang keuntungan dari penguatan dolar AS terhadap rupiah. "Ada potensi keuntungan kurs mengingat rupiah cenderung terus melemah terhadap dolar AS," katanya, kemarin (11/5).
Sementara Lolita Liliana, Head of Investment Specialist and Product Development Sucorinvest Asset Management bilang, investasi pada instrumen denominasi dolar AS masih relevan terutama untuk tujuan diversifikasi dan investasi jangka panjang. Salah satu reksadana campuran berdenominasi dolar milik Sucorinvest yakni Sucorinvest USD Balanced Fund mampu mencetak return 38% setahun per Maret 2026.
