"Paradise on the West Coast"Jalan Panjang Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia

JAKARTA. Tanjung Lesung terletak di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Semenanjung yang menghadap Provinsi Lampung di Pulau Sumatera, berbatasan dengan Teluk Lada dan berhadapan langsung dengan Selat Sunda dan Gunung Krakatau.

Dengan potensi alam yang indah dan pantai sepanjang 13 kilometer (km), tempat wisata yang dikelola PT Banten West Java (BWJ) Tourism Development, anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA) ini kurang begitu populer di Tanah Air.

Selengkapnya klik di sini

KEK Tanjung Lesung: Berbenah untuk menjadi seperti Nusa Dua Bali

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung masuk menjadi salah satu fokus pembangunan ekonomi dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

Bersama 8 KEK yang lain di seluruh Indonesia, Tanjung Lesung diharapkan bisa menjadi proyek percontohan bagaimana pembangunan ekonomi dimulai dari daerah pinggiran.

Selengkapnya klik di sini

Bangkit, setelah "mati suri" selama 20 tahun

Menurut sejarah, Kampung Cikadu terbentuk dari hasil relokasi warga saat ada penggusuran tempat wisata Tanjung Lesung, lebih dari 20 tahun lalu. Dadi Ahdi, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Jaya menuturkan bahwa saat itu setiap kepala keluarga selain menerima ganti rugi, juga mendapatkan tanah seluas 200 meter persegi yang saat ini digunakan sebagai tempat tinggal.

MATI SURI! Begitulah masyarakat di sekitar kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung menggambarkan bagaimana kondisi wisata pantai kebanggaan Banten itu dalam 20 tahun terakhir. Kehidupan masyarakat Kampung Cikadu tak berkembang seirama dengan kondisi kunjungan wisatawan di Tanjung Lesung yang juga stagnan. Sepinya arus kunjungan wisatawan tidak bisa mengangkat perekonomian wilayah sekitar.

Selengkapnya klik di sini

Peta dan Denah LokasiMenuju Tanjung Lesung

Dari Jakarta Anda bisa menggunakan dua jalur perjalanan darat dengan kendaraan pribadi menuju Tanjung Lesung.

Jalur pertama melewati jalan tol Jakarta-Merak menuju Serang, Pandeglang dan Panimbang atau jalur kedua selepas Jalan Tol Jakarta-Merak, melewati Jalan Raya Anyer dan Pantai Carita

Selengkapnya klik di sini

Investor yang segera berinvestasi di Tanjung Lesung

Tanjung lesung sebenarnya punya potensi besar menarik investor untuk mengembangkan wilayah ini.
Total investasi asing di KEK tanjung Lesung mencapai Rp 718 miliar, terdiri dari:


Nama Perusahaan Keterangan Nilai
Corden Sport AcademyInggris Mengembangkan kompleks olahraga di lahan seluas 5 hektare (ha) US$ 10 juta
Euro Asia Menagements Pte Ltd Singapura Mengembangkan Theme Park sekitar 3 ha Rp 90 miliar
InvestorChina Mengembangkan infrastruktur Marina dan kemaritiman Rp 300 miliar
Eastern LatitudesPrancis Mengembangkan resort dan hotel di atas lahan seluas 2 ha Rp 200 miliar
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) akan mengembangkan cyber optik di kawasan Tanjung Lesung
PT Pelindo II akan membangun terminal cruise dan Marina

Selengkapnya klik di sini
�It's about retreat, relax, fun, nature, life. It's about YouTanjung Lesung

PembangunanTanjung Lesung

Ada 3 hal yang menjadi modal dasar pariwisata, yaitu daya tarik alam ataupun budaya, akomodasi dan fasilitas penunjang, seperti jalan, listrik, air dan penunjang lain.

Tiga daya tarik ini sebenarnya sudah ada di Tanjung Lesung sehingga pas jika ditetapkan menjadi KEK. Pemerintah Daerah (Pemda) Banten pun telah menyederhanakan administrasi dan perizinan bagi investor yang berminat menanamkan investasinya di Tanjung Lesung.

Berkembangnya Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata internasional, akan menghidupkan ekonomi nelayan, bisnis perahu, laundry, penyewaan alat olah raga air di wilayah sekitarnya.

Tahapan pembangunan Tanjung Lesung

Pembangunan di Tanjung Lesung dibagi menjadi 8 tahap, yaitu


Tahap Keterangan
01 Dana Rp 361,25 miliar dialirkan tahun ini untuk pengembangan lahan seluas 104 hektare (ha).
Sebesar Rp 200 miliar bersumber dari kas internal BWJ selebihnya dari beberapa pihak yang akan digandeng diantaranya Pelindo.
02 Tahun 2016 dengan investasi Rp 233,75 miliar. Lahan yang dikembangkan ditambah menjadi seluas 152 ha.
03 Tahun 2017, nilai investasinya Rp 467,5 miliar untuk pengembangan di lahan seluas 48 ha.
04 Tahun 2018 bakal menjadi tahun puncak investasi di Tanjung Lesung sebesar Rp 2,04 triliun. Lahan yang dikembangkan seluas 48 ha.
05 Pada 2019 dikembangkan lahan seluas 55 ha dengan investasi Rp 239,7 miliar.
06 Tahun 2020 dengan investasi Rp 187 miliar untuk pengembangan lahan seluas 55 ha.
07 Pada 2021 akan dilakukan pembangunan di lahan seluas 85 ha dengan investasi Rp 329,8 miliar.
08 Pada 2022 akan berlangsung pengembangan lahan yang totalnya bakal menjadi 528 ha. Nilai investasinya mencapai Rp 382,5 miliar.
Selengkapnya klik di sini