Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Hari Ini, Selasa (6/10)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 81,97 poin atau 1,36% menjadi 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10).
IHSG masih melemah 0,47% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 29,24%.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026).
"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold dan terjadi penyempitan histogram negatif MACD. IHSG ditutup di atas level MA5," kata Alrich kepada Kontan, Senin (5/10/2026).
Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150 hingga 6.200. Sementara itu, indeks futures di Wall Street cenderung bergerak terbatas di tengah sentimen data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih rendah dari estimasi, meski terjadi kenaikan yield US Treasury.
Baca Juga: CEO Hati-Hati Memantau Kondisi Politik, Kepastian Kebijakan Jadi Perhatian
Dari sisi komoditas, harga minyak Brent bergerak di kisaran US$101 per barel. Indikasi peningkatan pasokan global lebih mendominasi sentimen pasar dibandingkan kekhawatiran meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan IHSG pada perdagangan Senin sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia. Kondisi tersebut terjadi setelah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih dovish meningkat pascarilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat pekan lalu.
Selain itu, pergerakan indeks turut didorong penguatan sektor energi dan barang baku setelah OPEC memutuskan menahan produksi serta adanya penguatan harga emas dunia.
"IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.077 dan resistance 6.149," ujar Herditya.
Menurut Herditya, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa masih akan dipengaruhi oleh harga komoditas dunia serta kondisi domestik setelah diterapkannya batas bawah harga saham Rp 1. Investor juga akan mencermati kondisi domestik di tengah penyampaian pendapat.
Sementara itu, Alrich menilai penguatan IHSG pada perdagangan Senin turut didukung kenaikan sejumlah sektor. Sektor properti dan basic materials mencatatkan penguatan terbesar, sedangkan sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Untuk saham yang dapat dicermati pada perdagangan Selasa, Herditya merekomendasikan investor memperhatikan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada kisaran Rp 2.610 hingga Rp 2.650 per saham, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada Rp 4.420 hingga Rp 4.660 per saham, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada Rp 1.450 hingga Rp 1.485 per saham.

Baca Juga: Global Masih Tidak Menentu, Para CEO Pesimistis Meneropong Prospek Global
Rekap Market 5 Oktober 2026
Sepuluh indeks sektoral menyokong kenaikan IHSG. Sektor properti dan real estat melejit 2,31%. Sektor barang baku terbang 2,07%.
Sektor infrastruktur melesat 1,99%. Sektor barang konsumsi nonprimer melonjak 1,82%. Sektor energi menguat 1,81%.
Sektor transportasi dan logistik menanjak 1,77%. Sektor kesehatan menguat 1,71%. Sektor perindustrian naik 1,27%.
Sektor barang konsumsi primer menguat 0,93%. Sektor keuangan menguat 0,64%.
Hanya satu sektor yang turun di tengah penguatan IHSG. Sektor teknologi melorot 1,33%.
Total volume transaksi bursa mencapai 40,98 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,97 triliun. Sebanyak 526 saham menguat. Ada 153 saham melemah dan 114 saham flat.
Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 115,72 miliar di seluruh pasar saat IHSG naik. Net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 123,10 miliar. Sedangkan di pasar tunai dan pasar negosiasi ada net buy atau beli bersih Rp 7,39 miliar.
Saham-saham dengan net buy terbesar asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 86,8 miliar, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) Rp 27,4 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 24,5 miliar.
Saham-saham dengan net sell terbesar asing adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 115,7 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 71,2 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 55,9 miliar.