Detail TOPIK

IHSG Menguat ke 6.138 Awal Perdagangan Selasa (6/10), GOTO Melonjak 10,34%

IHSG Menguat ke 6.138 Awal Perdagangan Selasa (6/10), GOTO Melonjak 10,34%

Publish : 2026-10-06 09:23:41 | Oleh : Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026), mengikuti tren positif bursa saham Asia yang terdorong reli saham teknologi di Wall Street.

Mengutip data RTI, hingga pukul 09.07 WIB, IHSG naik 0,32% atau 19,462 poin ke level 6.138,322. Sebanyak 326 saham tercatat menguat, 176 saham melemah, sementara 211 saham lainnya stagnan.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini (6/10), IHSG Ada Potensi Koreksi

Volume perdagangan mencapai 11,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1 triliun.

Penguatan IHSG ditopang seluruh 11 indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar adalah IDX Technology yang menguat 1,44%, IDX Industry naik 0,83%, dan IDX Energy bertambah 0,57%.

Di jajaran saham LQ45, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu penguat terbesar. Saham GOTO melonjak 10,34% ke level Rp 32 per saham.

Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,53% menjadi Rp 880. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 1,73% ke Rp 352.

Sementara itu, beberapa saham LQ45 bergerak di zona merah. Saham PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) turun 1,16% menjadi Rp 2.560, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melemah 0,91% ke Rp 2.180, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 0,79% menjadi Rp 1.250.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.914 Per Dolar AS Hari Ini (6/10), Asia Mixed

 

 

Bursa Asia Menguat

Sentimen positif juga datang dari bursa saham Asia. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2%, sedangkan Nikkei Jepang menguat 0,7%. Kontrak berjangka saham Eropa juga naik 0,5%.

Di AS, kontrak berjangka Nasdaq naik 0,2% dan S&P 500 futures menguat 0,1%. Pada perdagangan sebelumnya, Nasdaq mencatat rekor penutupan baru setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober.

Saham Nvidia menjadi salah satu pendorong reli sektor teknologi. Saham produsen chip tersebut melonjak 2,1% dan mencatat rekor penutupan, sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$ 5,76 triliun.

Kyle Rodda, senior analyst Capital.com, mengatakan reli pasar kembali dipimpin saham teknologi. Meredanya ketidakpastian suku bunga dan sedikit berkurangnya risiko geopolitik membuat investor kembali fokus pada pertumbuhan laba perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Musim laporan keuangan kuartal III-2026 akan dimulai pekan depan. Goldman Sachs memperkirakan konsensus analis menunjukkan pertumbuhan laba perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 mencapai 27% pada kuartal III.

Lebih dari separuh pertumbuhan tersebut diperkirakan berasal dari perusahaan yang memperoleh manfaat dari peningkatan belanja infrastruktur AI.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (6/10) Ikuti Wall Street, Yield US Treasury Masih Tinggi

Investor Cermati FOMC Minutes

Untuk pasar domestik, perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada sejumlah data ekonomi global, terutama risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau FOMC Minutes yang dijadwalkan dirilis pada 7 Oktober.

FOMC Minutes akan menjadi salah satu petunjuk bagi investor untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed setelah bank sentral AS mempertahankan federal funds rate (FFR) di kisaran 3,75%-4,00%.

Selain FOMC Minutes, pasar akan mencermati data ISM Services AS, data perdagangan AS, serta pergerakan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.

Yield US Treasury 10 tahun yang masih berada di sekitar 5,3% menjadi salah satu risiko bagi aset negara berkembang, termasuk pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Senin (5/10), Nasdaq Cetak Rekor Berkat Saham AI

Pelemahan data ekonomi AS berpotensi memperkuat ekspektasi penahanan atau pelonggaran suku bunga The Fed. Namun, tingginya yield US Treasury tetap dapat membatasi aliran dana ke aset emerging market.

Dengan demikian, penguatan IHSG pada awal perdagangan masih perlu dicermati di tengah kombinasi sentimen positif dari reli saham teknologi global dan tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Komentar Publish : 2026-10-06 09:23:41