Ruang Penguatan Masih Ada
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 1,21% ke level 6.192,93 pada perdagangan Selasa (6/10). Tren positif ini berpotensi berlanjut seiring dukungan faktor teknikal dan sentimen eksternal yang sedang bersahabat.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut, indeks mendapat sentimen positif berkat berlanjutnya penurunan harga minyak mentah dunia. "Harga minyak Brent turun di bawah level US$ 100 per barel pada Selasa (6/10) karena disinyalir ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mulai pulih mendekati level sebelum perang, ujar Alrich, kemarin.
Koreksi harga minyak dunia berdampak positif karena dapat meredakan tekanan inflasi sekaligus mengurangi risiko pelebaran defisit APBN. Tak hanya itu, IHSG juga terpapar efek positif dari penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Secara teknikal, Alrich melihat IHSG ditutup di atas MA10. Sementara histogram negatif pada MACD menyempit dan Stochastic
RSI menguat di area pivot. Ia memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6.230-6.280 pada Rabu (7/10). Salah satu sentimen yang bakal dicermati investor adalah rilis data cadangan devisa Indonesia September 2026.
Muhammad Thoriq Fadilla, Research Analyst Bumiputera Sekuritas menilai, IHSG masih berpeluang menguat secara terbatas seiring perbaikan indikator teknikal. Pasalnya, IHSG telah melewati dynamic resistance di area 6.175, meski masih menghadapi resistance klasik di sekitar 6.210.
Secara momentum, indikator Stochastic telah membentuk bullish crossover dari area oversold. Di sisi lain, indikator MACD masih berada di zona negatif meski tekanan bearish mulai berkurang.
Dus, selama mampu bertahan di atas area 6.175-6.200, Thoriq memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 6.280-6.335, kemudian 6.370 apabila momentum beli berlanjut.
Sebaliknya, jika IHSG kembali turun di bawah level 6.120, skenario rebound dinilai mulai melemah. Alhasil, indeks berisiko menguji kembali area support di level 6.020 hingga 5.931.