Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini, Senin (27/4). IHSG turun tipis 0,32% ke level 7.106,52, setelah sempat bergerak di zona hijau hampir sepanjang sesi perdagangan di Bursa Efek indonesia.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG terjadi setelah tekanan jual kembali meningkat menjelang penutupan bursa.
"Setelah sempat rebound, IHSG akhirnya ditutup melemah. MACD sudah membentuk death cross dan stochastic RSI bergerak menuju area oversold," ujarnya, Senin (27/4).
Alrich memperkirakan, IHSG Selasa (28/4) akan bergerak sideways dalam kisaran 7.000-7.250. Sedangkan level support berada di 7.000, pivot di level 7.200, dan resistance di 7.300.
Secara sektoral, saham energi mencatatkan koreksi terdalam sebesar 1,21%, sementara sektor barang baku justru menguat 1,48%.
Baca Juga: Punya Valuasi Murah, Cek Saham Kompas100 Paling Potensial Bangkit
Sentimen IHSG berasal dari rencana pemerintah untuk memberikan insentif bagi pasar modal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, insentif ini berpotensi berupa pengurangan pajak, dengan harapan dapat mendorong daya tarik investasi di pasar saham.
Selain itu, data investasi asing langsung (FDI) di luar sektor keuangan dan migas tumbuh 8,5% secara tahunan menjadi Rp 250 triliun pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini menjadi yang kedua secara beruntun usai meningkat 4,3% pada kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Prospek AKRA 2026: Laba Melesat, Bisnis Lahan Industri Beri Cuan Besar
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek. Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia, serta dipengaruhi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang belum menemukan titik terang.
Herditya memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak pada support 7.022 dan resistance 7.177. Menurutnya, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati. Antara lain ARCI di kisaran Rp 1.720–Rp 1.780, MIDI Rp 348–Rp 360, serta MINA Rp 358–Rp 402. Sedangkan Alrich merekomendasikan AMMN, AADI, MEDC, ARCI dan GGRM.