Naik 3 Hari Beruntun, Ini Prediksi Arah IHSG Untuk Rabu (7/10)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 74,07 poin atau 1,21% menjadi 6.192,93 pada perdagangan Selasa (6/10).
IHSG mengakumulasi kenaikan 1,16% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 28,38%.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA10, sementara histogram negatif MACD menyempit dan Stochastic RSI menguat di area pivot.
“Semua sektor menguat dengan penguatan terbesar pada sektor transportasi dan teknologi. Katalis positif antara lain berasal dari berlanjutnya koreksi harga minyak dan technical rebound. Harga minyak Brent turun di bawah level US$ 100 per barel karena disinyalir ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mulai pulih mendekati level sebelum perang,” ujar Alrich kepada Kontan (6/10/2026).
Menurut Alrich, penurunan harga minyak dinilai positif karena dapat meredakan tekanan inflasi sekaligus mengurangi risiko pelebaran defisit APBN. Sementara itu, rupiah menguat 0,12% ke level Rp 17.892 per dolar AS.
Baca Juga: MDKA Beri Iming-Iming Kupon Obligasi 10%, Lebih Menarik dari SBN & Obligasi Sejenis?
Untuk perdagangan Rabu (7/10/2026), Alrich memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6.230-6.280. Investor juga akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia September 2026 pada Rabu (7/10/2026).
Di sisi lain, Research Analyst Bumiputera Sekuritas, Muhammad Thoriq Fadilla menilai IHSG masih berpeluang menguat secara terbatas seiring perbaikan indikator teknikal.
Menurut Thoriq, IHSG telah melewati dynamic resistance di area 6.175, meski masih menghadapi resistance klasik di sekitar 6.210.
Secara momentum, stochastic telah membentuk bullish crossover dari area oversold, sementara MACD masih berada di zona negatif meski tekanan bearish mulai berkurang.
Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.175-6.200, Thoriq memperkirakan indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 6.280-6.335, kemudian 6.370 apabila momentum beli berlanjut.
Sebaliknya, jika IHSG kembali turun di bawah 6.120, skenario rebound dinilai mulai melemah dan indeks berisiko menguji kembali area support 6.020 hingga 5.931.

Baca Juga: Tekanan Ganda Bisnis Vape Dalam Negeri
Rekap Market 6 Oktober 2026
Seluruh indeks sektoral menguat bersama dengan IHSG. Sektor transportasi dan logistik melesat 3,16%. Sektor teknologi melonjak 3,09%.
Sektor energi terbang 2,67%. Sektor barang baku melejit 1,60%. Sektor infrastruktur melaju 1,49%.
Sektor perindustrian menguat 1,41%. Sektor barang konsumsi nonprimer naik 1,21%. Sektor properti dan real estat menanjak 0,77%.
Sektor kesehatan naik 0,52%. Sektor barang konsumsi primer terangkat 0,41%. Sektor keuangan naik tipis 0,09%.
Total volume transaksi bursa mencapai 48,22 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,35 triliun. Sebanyak 489 saham menguat. Ada 183 saham melemah dan 120 saham flat.
Meski IHSG naik di perdagangan hari ketiga, investor asing masih mencatat net sell atau jual bersih Rp 629,87 miliar di seluruh pasar. Net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 597,49 miliar. Net sell asing di pasar tunai dan pasar negosiasi sebesar Rp 32,37 miliar.
Saham-saham dengan net sell terbesar asing adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 255,8 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 127,2 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 73,1 miliar.
Saham-saham dengan net buy atau beli bersih terbesar asing adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 58,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 45,8 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp 38,2 miliar.