Detail TOPIK

Margin Terpangkas Kenaikan Komoditas

Margin Terpangkas Kenaikan Komoditas

Publish : 2021-07-27 06:05:10 | Oleh : Dityasa H. Forddanta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham defensif mulai kehilangan karakteristiknya. Kenaikan harga komoditas memberikan tekanan cukup kuat bagi kinerja keuangan saham-saham ini.

Contoh, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Margin kotor emiten ini turun jadi 50,8% di semester pertama lalu dari periode yang sama tahun sebelumnya, 51,4%. Kenaikan beban pokok menjadi salah satu penyebab margin UNVR kontraksi (lihat tabel).

 Tren kenaikan harga komoditas juga tercermin dari biaya produksi PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang meningkat 37,52% secara tahunan kuartal pertama tahun ini menjadi
Rp 5,09 triliun. Ongkos bahan baku naik sekitar 41,69% menjadi Rp 3,95 triliun.

Baik UNVR dan MYOR mengkonfirmasi ada kenaikan harga komoditas yang menjadi bahan baku produksi hingga kuartal kedua tahun ini. "Ini membuat margin keduanya mengalami kontraksi," terang Aimee Garibaldi, analis CLSA Sekuritas, dalam riset.

Daya beli

Menurut Aimee, MYOR masih mampu meredam efek kenaikan beban tersebut. Emiten barang konsumsi ini mencetak kenaikan pendapatan 26% secara tahunan di empat bulan pertama 2021.

Penjualan ekspor membuat kinerja MYOR cukup positif. Segmen tersebut mencatatkan pertumbuhan 85% dan berkontribusi 40% terhadap total pendapatan konsolidasi MYOR di kuartal I-2021.

Sementara UNVR juga tertekan lemahnya daya beli masyarakat, selain harus menanggung kenaikan harga bahan baku. Rendahnya daya beli membuat penjualan segmen home & personal care misalnya, turun 10,7%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin melihat kinerja UNVR di semester I masih di bawah target. "Hingga kuartal ketiga tahun ini kinerja UNVR masih akan tertekan," kata dia, Senin (26/7).

Muhammad Faris, analis Ciptadana Sekurita smemperkirakan, kinerja UNVR baru akan kembali positif selepas 2021. Dia merekomendasikan hold dengan target Rp 4.650..

Mimi masih mengevaluasi rekomendasi sebelumnya, yaitu hold dengan target harga Rp 5.400 per saham.           

Komentar Publish : 2021-07-27 06:05:10