Detail TOPIK

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Publish : 2026-02-07 16:47:57 | Oleh : Wahyu Tri Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun di pekan pertama Februari 2026. IHSG melanjutkan penurunan yang terjadi pekan terakhir Januari 2026.

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Aliran dana asing keluar dari pasar saham Indonesia pun masih terjadi meski dalam jumlah yang lebih kecil. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), net sell asing pekan ini mencapai Rp 1,14 triliun, lebih kecil ketimbang pekan lalu periode 26-30 Januari yang mencapai Rp 13,92 triliun.

Net sell asing terjadi dalam tiga pekan beruntun. Pada pekan sebelumnya periode 19-23 Januari, net sell asing mencapai Rp 3,25 triliun.

Saham-saham dengan net sell terbesar asing dalam lima hari perdagangan periode 2-6 Februari 2026 adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 451,9 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 363,8 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 360,2 miliar.

Tetapi ada saham-saham yang masih mencatat net buy atau beli bersih asing. Saham-saham dengan net buy terbesar asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 547,2 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 526,4 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 223,9 miliar.

Baca Juga: Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Meski net buy asing terlihat di dua saham bank, yakni BMRI dan BBCA, dua saham bank besar lain mencatat net sell. Kedua saham ini adalah BBNI dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Pergerakan saham-saham bank ini pun bervariasi. Dari empat bank, hanya saham BBRI yang turun tipis 0,79% sepekan.

Investor tampak lebih bersikap defensif di tengah kabar buruk yang bertebaran di pasar keuangan Indonesia. Setelah masalah transparansi yang diungkapkan oleh MSCI, Moody's Rating menurunkan outlook utang Indonesia yang kemudian berpengaruh juga pada penurunan outlook utang sejumlah emiten besar seperti BMRI, BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, ICBP, UNTR, dan TLKM.

Alhasil, ada kenaikan harga di saham-saham defensif. Peningkatan terlihat pada salah satu top leaders IHSG sepekan, yakni PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang menguat 68,8% sepekan.

Selain itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang selama ini sulit naik, juga masuk top leaders. Bahkan, saham UNVR masuk 10 top gainers IHSG sepekan (lihat grafik).

Baca Juga: Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Seluruh indeks sektoral melemah bersama dengan IHSG sepanjang pekan ini. Sektor barang konsumsi nonprimer turun paling dalam, yakni 14,53%. Sektor infrastruktur tumbang 11,27%.

Sektor energi merosot 8,84%. Sektor perindustrian ambruk 5,86%. Sektor barang baku ambruk 5,54%.

Sektor properti dan real estat melorot 5,37%. Sektor teknologi turun 4,34%. Sektor barang konsumsi primer terpangkas 2,48%.

Sektor keuangan tergerus 1,44%. Sektor transportasi dan logistik terkoreksi 1,10%. Sektor kesehatan turun 0,41%.

Selanjutnya: Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Komentar Publish : 2026-02-07 16:47:57