Detail TOPIK

IHSG Tertinggal dari Bursa Asia, Analis Soroti Faktor MSCI dan Negosiasi Global

IHSG Tertinggal dari Bursa Asia, Analis Soroti Faktor MSCI dan Negosiasi Global

Publish : 2026-04-27 19:20:49 | Oleh : Muhammad Alief Andri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat tertinggal dibandingkan mayoritas bursa saham Asia pada awal pekan ini. Saat sejumlah indeks regional menguat, IHSG justru ditutup melemah.

Pada perdagangan Senin (27/4/2026), IHSG ditutup di level 7.106,52 atau turun 0,32%.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston menilai, penguatan sejumlah bursa Asia tidak lepas dari respons pasar terhadap perkembangan terbaru negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Bagikan 70% Laba Jadi Dividen Setara Rp 50 per Saham

“Iran sudah mengajukan proposal ke AS melalui Pakistan. Hal ini yang mungkin jadi penyebab beberapa indeks saham di Asia merespons positif,” ujarnya kepada Kontan, Senin (27/4/2026).

Namun, ia mengingatkan bahwa dinamika geopolitik tersebut masih sangat fluktuatif dan berpotensi berubah dalam waktu singkat.

“Belajar dari pengalaman, semua mudah sekali berubah. Negosiasi seperti ini bisa tarik ulur yang tidak sebentar untuk mencapai titik temu,” jelasnya.

Irwan memperkirakan proposal dari Iran kemungkinan tidak akan sepenuhnya diterima oleh Amerika Serikat, sehingga volatilitas pasar masih akan berlanjut.

“Perkiraan saya, proposal tersebut tidak akan diterima penuh, lalu harga kembali bergejolak. Setelah beberapa hari, akan muncul lagi komunikasi baru. Intinya proses ini masih akan panjang,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, ia menilai pelaku pasar mulai beradaptasi dengan pola dinamika tersebut, sehingga respons pasar cenderung lebih terukur dibandingkan fase awal konflik.

Dari sisi domestik, Irwan melihat pergerakan IHSG saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor internal, khususnya terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan lembaga pemeringkat lainnya dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Baca Juga: ARPU dan Ekspansi Jaringan Dorong Kinerja ISAT, Cek Rekomendasi Sahamnya

“Rating ataupun pernyataan mereka nantinya akan terkait langsung dengan kemungkinan respons investor institusional terhadap instrumen keuangan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menilai pelemahan IHSG justru mencerminkan penyesuaian ke level yang lebih wajar.

“Sebetulnya indeks kita melemah malah bagus, karena kembali ke posisi yang seharusnya,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan pada IHSG banyak berasal dari saham-saham yang dimiliki investor asing, sementara saham dengan fundamental kuat masih menunjukkan kinerja yang relatif baik.

“Saham-saham yang melemah banyak itu yang dipegang asing, tapi yang fundamentalnya bagus masih menguat,” jelas Teguh.

Ia pun menyarankan investor untuk lebih selektif dalam memilih saham di tengah kondisi pasar saat ini.

“Untuk investor, sebaiknya fokus ke saham-saham yang berfundamental bagus, bukan yang banyak dipegang asing,” imbuhnya.

Baca Juga: Kinerja Reksadana Berpotensi Pulih di Semester II, Tapi Masih Selektif

Berikut pergerakan indeks saham Asia-Pasifik pada perdagangan Senin (27/4/2026):

1. BBG APAC L/M: 1.639,14 (+0,70%)

2. TOPIX (Jepang): 3.735,28 (+0,50%)

3. Nikkei 225 (Jepang): 60.537,36 (+1,38%)

4. JPX Nikkei 400: 34.066,08 (+0,57%)

5. Hang Seng (Hong Kong): 25.925,65 (-0,20%)

6. CSI 300 (China): 4.770,95 (+0,03%)

7. Shanghai Composite (China): 4.086,34 (+0,16%)

8. Shenzhen Composite (China): 2.756,68 (+0,50%)

9. HS China Enterprises (Hong Kong): 8.756,32 (-0,22%)

10. Taiwan TAIEX: 39.616,63 (+1,76%)

11. Kospi (Korea Selatan): 6.615,03 (+2,15%)

12. Kosdaq (Korea Selatan): 1.226,18 (+1,86%)

13. S&P/ASX 200 (Australia): 8.766,36 (-0,23%)

14. Nifty 50 (India): 24.092,70 (+0,81%)

15. S&P BSE Sensex 30 (India): 77.303,63 (+0,83%)

16. FTSE Straits Times (Singapura): 4.892,73 (-0,61%)

17. FTSE Malay KLCI (Malaysia): 1.717,27 (-0,18%)

18. SET (Thailand): 1.479,13 (+1,58%)

19. Jakarta Composite (IHSG): 7.106,52 (-0,32%)

20. NZX 50 (Selandia Baru): 4.612,35 (-0,08%)

21. PSEi (Filipina): 5.901,15 (-0,71%)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Komentar Publish : 2026-04-27 19:20:49