IHSG Tembus 5.970 di Awal Perdagangan Jumat (12/6) Pagi, Bursa Asia Pesta Reli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 1% pada awal perdagangan Jumat (12/6/2026), mengikuti reli bursa Asia yang terdorong optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip data RTI, hingga pukul 09.04 WIB, IHSG naik 1,54% atau 90,716 poin ke level 5.976,748. Sebanyak 401 saham menguat, 96 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: Gelar RUPST, Delta Giri (DGWG) Sepakat Membagi Dividen Tunai Rp 88,23 Miliar
Volume perdagangan mencapai 1,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,3 triliun.
Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau dan menjadi penopang penguatan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni IDX Basic yang naik 2,75%, IDX Industry menguat 2,36%, dan IDX Energy bertambah 2,13%.
Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dicatatkan oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 4,76% ke Rp 308. Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 4,42% ke Rp 6.500 dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,94% ke Rp 1.715.
Sementara itu, saham yang masih tertekan antara lain PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang turun 2,28% ke Rp 2.570 dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melemah 0,83% ke Rp 600.
Baca Juga: Dana Asing Masuk Rp 387 Miliar ke BBCA, Buyback dan Dividen Jadi Penopang Sentimen
Penguatan IHSG sejalan dengan reli bursa Asia yang berlanjut pada Jumat (12/6). Sentimen positif datang dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dinilai dapat mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Presiden AS, Donald Trump, pada Kamis (11/6) menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran berpotensi ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.
Trump menyebut negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam struktur kepemimpinan Iran dan mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank Ray Attrill menilai, peluang tercapainya kesepakatan kini terlihat lebih nyata dibandingkan sebelumnya.
"Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai bisa meningkat secara signifikan," ujarnya dilansir dari Reuters.
Optimisme tersebut turut menekan harga minyak dunia ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,9% ke US$ 86,08 per barel setelah sehari sebelumnya merosot 2,6%.
Baca Juga: Bursa Asia Melesat (12/6), Harapan Perdamaian Timur Tengah Tekan Harga Minyak & Dolar
Sementara itu, harga minyak Brent melemah 1,5% ke level US$ 89,08 per barel setelah terkoreksi hampir 3% pada perdagangan sebelumnya.
Penurunan harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi global mendorong investor kembali memburu aset berisiko. Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3%, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan melesat 8,3%.
Adapun bursa Australia yang banyak ditopang saham sektor sumber daya alam turut menguat 1,8%, mempertegas sentimen risk-on yang tengah menyelimuti pasar keuangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News