Detail TOPIK

IHSG Berpeluang Konsolidasi Selasa (10/2), Ini Katalis Pendukungnya

IHSG Berpeluang Konsolidasi Selasa (10/2), Ini Katalis Pendukungnya

Publish : 2026-02-09 17:18:16 | Oleh : Muhammad Alief Andri

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Selasa (10/2/2026), setelah mencatatkan rebound signifikan pada awal pekan.

Pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026), IHSG ditutup menguat 1,22% ke level 8.031,87. Meski sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif penurunan outlook atas peringkat sejumlah emiten, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup di zona hijau.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut penguatan IHSG didorong oleh mayoritas indeks bursa Asia yang menguat, serta berlanjutnya kenaikan harga komoditas safe haven seperti emas, perak, dan tembaga.

Baca Juga: Analis Menilai Saham Indosat (ISAT) Masih Atraktif, Ini Rekomendasinya

“Penguatan rupiah ke level Rp16.805 per dolar AS di pasar spot juga menjadi sentimen positif, seiring menguatnya mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS,” ujar Alrich kepada Kontan, Senin (9/2/2026).

Secara teknikal, Alrich menilai mulai muncul indikasi pembalikan arah (reversal). Histogram negatif MACD terlihat menyempit dan Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold. Namun, volume perdagangan masih relatif rendah karena investor cenderung bersikap wait and see.

“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 7.800-8.200,” jelasnya.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan level resistance IHSG berada di area 8.200, pivot di 8.100, dan support di 7.800. Untuk perdagangan Selasa (10/2/2026), saham-saham yang direkomendasikan antara lain ANTM, JSMR, MDKA, PWON, dan ISAT.

Dari sisi makro domestik, sentimen positif datang dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang meningkat ke level 127,0 pada Januari 2026, naik dari 123,5 pada Desember 2025. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januari 2025 dan didorong oleh perbaikan hampir di seluruh subindeks utama.

Selain itu, penjualan sepeda motor pada Januari 2026 tumbuh 3,1% secara tahunan menjadi 577.763 unit, tertinggi dalam tiga bulan terakhir, setelah sempat tertekan pada Desember 2025.

Meski demikian, investor tetap mencermati rilis data penjualan ritel Indonesia Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5% dari 6,3% pada November 2025.

Dari sisi kebijakan pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya pada 2 dan 5 Februari, terkait percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Tindak Lanjut Masukan MSCI, Ini Komitmen OJK, BEI, dan KSEI Reformasi Pasar Modal

BEI bersama Self Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan sejumlah inisiatif kepada MSCI, sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal yang ditargetkan rampung pada April 2026.

Selanjutnya: Survei Tingkat Kepuasan Presiden Prabowo Capai 79,9%, Ini Kata Mensesneg

Menarik Dibaca: 793.681 Tiket KA Lebaran Sudah Terjual, Ini 10 Relasi Favorit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Komentar Publish : 2026-02-09 17:18:16