Detail TOPIK

Prediksi IHSG Rabu (1/4): Masih Rawan Koreksi dan Tekanan Jual

Prediksi IHSG Rabu (1/4): Masih Rawan Koreksi dan Tekanan Jual

Publish : 2026-04-01 06:36:33 | Oleh : Muhammad Alief Andri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan hingga akhir kuartal I-2026. Pada penutupan Selasa (31/3), IHSG terkoreksi 0,61% ke 7.048,22.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan bursa Asia serta sentimen global yang belum kondusif. Namun, analis menilai, faktor domestik juga mulai berperan penting dalam menentukan arah IHSG ke depan.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, tekanan terhadap IHSG saat ini memang lebih dominan dipicu sentimen global. Terutama meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kecenderungan pasar risk-off.

"Sentimen ini mendorong penguatan yield US Treasury dan ekspektasi suku bunga global higher for longer, sehingga terjadicapital outflow," ujarnya, Selasa (31/3).

Baca Juga: IHSG Anjlok 18,5% di Kuartal I, Intip Prediksi Pergerakan Awal Kuartal II, Rabu (1/4)

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda juga menilai, pasar masih cenderung wait and see terhadap arah kebijakan The Fed dan perkembangan konflik Timur Tengah. "Pasar juga menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan," katanya.

Ia menambahkan, kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit fiskal turut membayangi pergerakan IHSG, meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) belum mengalami kenaikan.

Secara teknikal, Reza menilai IHSG masih berada dalam tren melemah dengan pola lower high dan mengalami penolakan di area resistance 7.140-7.315. Ini mengindikasikan tekanan jual masih dominan, dengan support krusial di 6.950 dan resistance terdekat di 7.140.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana juga memperkirakan, IHSG masih rawan melemah dan didominasi tekanan jual. Prediksi dia, IHSG Rabu (1/4) akan bergerak dengan support 6.993 dan resistance 7.169.

Baca Juga: Kinerja Paling Buruk di ASEAN, IHSG Kehilangan Daya Tarik di Tengah Gejolak Global

"Potensi gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz bisa berdampak pada inflasi dan pelemahan rupiah," katanya.

Dengan kondisi tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mencermati saham-saham dengan momentum jangka pendek. Herditya merekomendasikan saham BBCA, dengan kisaran harga Rp 6.800Rp 7.225, HRUM di rentang Rp 1.125Rp 1.205, dan TINS di kisaran Rp 3.440Rp 3.690.

Sementara itu, Reza melihat peluang tetap terbuka pada sektor berbasis komoditas. Dia merekomendasikan PTBA, TAPG, DSNG, PTBA TAPG, dan DSNG.

Komentar Publish : 2026-04-01 06:36:33