Detail TOPIK

IHSG Terjun Bebas 2,86% Setelah Naik 4 Hari, Intip Prospek Awal Pekan

IHSG Terjun Bebas 2,86% Setelah Naik 4 Hari, Intip Prospek Awal Pekan

Publish : 2026-05-10 06:00:00 | Oleh : Pulina Nityakanti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Panas setahun dihapus hujan sehari. Begitulah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan pertama bulan Mei 2026. Menguat empat hari berturut-turut sejak Senin (4/5), IHSG turun tajam di perdagangan terakhir, Jumat (8/5).

Alhasil, IHSG hanya mampu mengakumulasi penguatan 0,18% dalam sepekan periode 4-8 Mei 2026. Jumat (8/5), IHSG tumbang 204,92 poin atau 2,86% dan ditutup pada 6.969,4 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG mengakumulasi pelemahan 19,40% sejak awal tahun.

Dalam sepekan terakhir, ada tiga indeks sektoral yang menguat. Sektor infrastruktur melonjak 5%. Sektor barang konsumsi primer menguat 2,10%. Sektor keuangan menanjak 1,97%.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan mengatakan, pergerakan IHSG selama sepekan ini didorong dari membaiknya harapan terhadap sentimen global, terutama ekspektasi meredanya konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak. 

Sentimen geopolitik dan arah harga minyak memang masih menjadi faktor terbesar yang memengaruhi pergerakan market saat ini. 

“Meskipun demikian, penguatan IHSG belum sepenuhnya solid karena investor masih cenderung wait and see terhadap kejelasan perkembangan global,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (8/5).

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, selama sepekan ini IHSG masih didominasi oleh tekanan jual. 

Pergerakan IHSG ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, rilis data makro Indonesia yang menunjukkan perbaikan. Namun, di sisi lain nilai tukar rupiah masih terdepresiasi atas dolar AS. 

Kedua, konflik Timur Tengah yang masih berkepanjangan lantaran perundingan AS-Iran yang belum menemui jalan tengahnya. Hal ini kembali meningkatkan kekhawatiran investor akan krisis energi.

“Yang terbaru, adanya rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalti minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujarnya kepada Kontan, Jumat.

Delapan indeks sektoral turun saat IHSG menguat tipis. Sektor transportasi dan logistik tumbang 5,74%. Sektor energi melorot 5,72%.

Sektor barang baku terjun 5,58%. Sektor perindustrian melemah 3,73%. Sektor teknologi melorot 2,50%.

Sektor kesehatan melemah 1,14%. Sektor properti dan real estat turun 0,53%. Sektor barang konsumsi nonprimer melemah 0,13%.

Investor asing mencatat net buy atau beli bersih total Rp 12,26 triliun di seluruh pasar saat IHSG menguat tipis. Net buy asing ini terutama terjadi karena transaksi pengalihan saham di pasar negosiasi. 

Ada dua transaksi besar yang mewarnai pasar negosiasi pekan ini, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan net buy asing Rp 11,9 triliun dan PT Pinago Utama Tbk (PNGO) dengan net buy asing Rp 2,8 triliun.

Berikut saham-saham dengan net buy terbesar di pasar reguler selama sepekan:

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 776,2 miliar
  • PT Timah Tbk (TINS) Rp 139,8 miliar
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 110,6 miliar

Saham-saham dengan net sell terbesar asing di pasar reguler adalah:

  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,6 triliun
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 500,4 miliar
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 195,7 miliar

Ekky melihat, pergerakan IHSG pada Senin (11/5) masih berpotensi bergerak fluktuatif dan ada ruang koreksi terbatas.

Support kuat IHSG diproyeksikan akan berada di area 6.900-7.000. Selama belum ada perubahan atau kejelasan sentimen global, pergerakan IHSG kemungkinan masih akan konsolidasi di kisaran saat ini. 

Jadi, untuk Senin, Ekky memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.950–7.200, dengan kecenderungan wait and see.

Untuk sektor yang patut dicermati pekan depan, sektor perbankan mulai terlihat ada perbaikan harga setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam. 

Selain itu, sektor telko juga mulai menunjukkan penguatan. Sementara, saham-saham grup Prajogo Pangestu juga bisa dicermati karena mulai kembali bergerak mengikuti sentimen pasar. 

“Namun, strategi tetap perlu selektif dan lebih cocok untuk trading jangka pendek selama arah IHSG masih konsolidatif,” katanya.

Sementara, Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada Senin depan dengan support di level 6.946 dan resistance 7.049

“Diperkirakan ada technical rebound setelah terjadi tekanan pada hari Jumat ini,” ungkapnya.

Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham MAPA dengan target harga Rp 695 - Rp 725 per saham, AADI Rp 10.225 - Rp 10.825 per saham, dan BULL Rp 520 - Rp 555 per saham.

Komentar Publish : 2026-05-10 06:00:00