IHSG Masuk Jajaran Indeks Saham dengan Kenaikan Paling Tinggi 19-23 Mei 2025
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk jajaran indeks saham dengan pertumbuhan paling tinggi di Asia Tenggara.
Pada penutupan perdagangan Jumat (23/5/2025), IHSG parkir di posisi 7.214,16, tumbuh 1,51% dibanding posisi penutupan pada pekan sebelumnya.
Performa tersebut menempatkan IHSG di atas VN-Index yang tumbuh tipis 0,96% selama 19-23 Mei 2025.
Beberapa indeks saham di Asia Tenggara lainnya, yakni Straits Times Index STI, PSEi Index, SET Index, dan FTSE Bursa Malaysia KLCI Index malah terkoreksi dibanding posisi penutupan pekan sebelumnya.
Pertumbuhan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing. Selama 19-23 Mei 2025, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih alias net buy sebesar Rp 2,13 triliun.
Sementara itu, transaksi perdagangan investor domestik lebih didominasi oleh tekanan jual.
Di balik pertumbuhan IHSG, terdapat beberapa saham berkapitalisasi jumbo di jajaran top leaders 19-23 Mei 2025 tumbuh sampai double digit.
Dua di antaranya saham Grup Barito yang lekat dengan Prajogo Pangestu, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang harganya tumbuh 14,36% dalam sepekan, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang harganya tumbuh 32,00% dalam sepekan.
Kedua saham Grup Barito tersebut memang sedang diliputi sentimen kabar rencana initial public offering (IPO) anak usaha TPIA, yakni PT Chandra Daya Asri, yang disebut-sebut mengincar dana US$ 100 juta dari pasar modal.
VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengaitkan penguatan IHSG dengan kebijakan Bank Indonesia memangkas suku bunga.
Menurutnya, kebijakan tersebut menimbulkan reaksi positif di pasar lantaran meningkatkan daya beli dan menekan cost of fund.
“Selain itu, penguatan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan bergerak di bawah level 16.300 cenderung mendorong optimisme pasar,” imbuh Audi kepada KONTAN (25/5/2025).
Untuk pekan ini, Kiwoom memperkirakan bahwa IHSG bakal bergerak mixed cenderung terbatas dalam rentang level support 7.090 dan resistance 7.320. Sebab, indikator MACD menunjukkan penguatan tren, meski RSI masih berada di area overbought.
Audi bilang, Kiwoom melihat bahwa pasar menantikan rilis FOMC terkait pandangan Fed terhadap arah kebijakan suku bunga.
Dalam hal ini, kebijakan untuk menahan FFR diperkirakan cenderung berdampak negatif untuk pasar saham.
Apalagi, Moodys memangkas credit rating dan pasar mengkhawatirkan utang AS. Meski demikian Kiwoom melihat hal ini akan cenderung positif untuk IHSG, seiring dengan potensi berlanjutnya capital inflow.
“Selain itu, sentimen dari dividen yang akan mencatatkan cum-date di pekan ini masih akan menarik pasar, terlebih dengan dividen yield tinggi (last price 23/5), seperti: MARK 3,7% dan POWR 6,1%,” pungkas Audi.