IHSG Berpotensi Koreksi Lagi, Begini Rekomendasi Saham dari Sinarmas Sekuritas (13/2)
MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang koreksi lagi pada hari ini, Jumat, 13 Februari 2026. Ini proyeksi IHSG dan rekomendasi saham dari Sinarmas Sekuritas yang bisa dipertimbangkan investor.
IHSG ditutup melemah 0,31% ke level 8.256,35 pada Kamis, 12 Februari 2026. Penurunan indeks disertai nilai jual bersih atau net sell asing Rp 2,03 triliun di pasar reguler.
Baca Juga: Cek Saham Dengan Net Sell Tertinggi, Ada Saham Tetap Ditutup Menguat (12/2)
Tim Analis Sinarmas Sekuritas melihat, IHSG kemarin gagal bertahan di atas resistance 8.290. Karena itu, IHSG hari ini, berpeluang menguji support 8.214, dan berikutnyas 8.140.
Sementara jika menguat, resistance terdekat 8.334 - 8.381. Dynamic support di level 7.863 diharapkan menopang pergerakan IHSG.
Kemarin, pasar saham AS ditutup melemah. Nasdaq turun sampai 2,04%. Pelaku pasar akan menantikan data inflasi AS hari ini untuk melihat arah kebijakan The Fed ke depan. Pelaku pasar juga mengurangi spekulasi pelonggaran kebijakan The Fed di tengah data ketenagakerjaan yang menunjukkan tanda penguatan.
Sejumlah sentimen pasar lain yang akan diperhatikan pasar antara lain, Danantara menyatakan rencana memangkas jumlah BUMN asunransi dari 15 menjadi 3 entitas. LPS juga meminta pemerintah memperjelas komunikasi ke lembaga rating usai outlook Indonesia diturunkan menjadi negatif.
Baca Juga: Cek 3 Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mirae Sekuritas (13/2)
Rekomendasi saham
Berikut rekomendasi saham yang bisa dipertimbangkan investor pagi ini. Namun, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
1. ANTM : SPECULATIVE BUY
Last price : 4.120
Target price : 4.220 – 4.350
Entry price : 3.950 – 4.130
Stop Loss : 3.780
2. SMDR : SPECULATIVE BUY
Last price : 398
Target price : 414 – 438
Entry price : 380 - 400
Stop Loss : 354
Selanjutnya: Penjualan Mobil Listrik Global Turun 3% pada Januari, China dan AS Jadi Penekan Utama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News