Wirausaha Muda Mandiri 2018 Sukses Melahirkan Wirausaha Muda

Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2018 telah usai. Dari ajang tahunan tersebut, terpilih 28 pelaku usaha muda potensial, tangguh, dan profesional.



Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2018 telah usai. Dari ajang tahunan tersebut, terpilih 28 pelaku usaha muda potensial, tangguh, dan profesional. Mereka memenangkan persaingan dari 800 calon pebisnis yang tercatat mengikuti proses penyisihan lewat 34 perguruan tinggi di Indonesia dan 10 komunitas maupun inkubasi bisnis.

Tahun ini, terdapat dua kategori yakni mahasiswa dan non mahasiswa. Pemenang dari kelompok non mahasiswa memperoleh penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan uang tunai hingga Rp 200 juta untuk juara pertama, dan Rp 100 juta untuk juara kedua.

Sementara untuk kelompok mahasiswa, pemenang pertama memperoleh Rp 100 juta dan pemenang kedua sebesar Rp 50 juta. Adapun kategori yang dikompetisikan antara lain; wirausaha industri, perdagangan dan jasa, boga, kreatif, sosial, dan teknologi.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, WMM memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk menjadi generasi yang dapat menciptakan lapangan kerja yang peduli dan mau berkontribusi dalam pembangunan. Kartika berharap, ke depan, para pebisnis muda ini akan semakin memperkuat kewirausahaan nasional.

Wirausaha Muda Mandiri sudah diadakan sejak tahun 2007 dan lebih dari 36 ribu wirausaha muda dari 656 perguruan tinggi di seluruh Indonesia tercatat menjadi bagian dari komunitas ini, baik sebagai juara, finalis, maupun peserta.

Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri tahun ini sudah berlangsung sejak Maret, dan hasil tahap penjurian awal terpilih 67 wirausahawan. Mereka kemudian mengikuti penjurian final nasional pada 12 September 2018, di hadapan dewan juri yang terdiri dari perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, media, dan Bank Mandiri.

Sukses Milik Semua
Ajang WMM di tahu ini cukup berbeda, karena juga menjaring mereka yang tak menempuh kuliah namun bisa sukses. Kartika menjelaskan, WMM mengubah konsep karena banyak wirausaha yang justru tidak berlatar belakang akademis, tapi bisa sukses.

Proses pendaftaranya juga berbada dari yang sebelumnya. Dari semula dibuka secara online, dimana semua bisa akses, kini langsung bekerjasama dengan 34 universitas dan 10 komunitas. Dari setiap kampus, diminta mengirim tiga hingga lima wirausaha terbaik. Dari setiap komunitas terpilih, juga diminta mengirim tiga perwakilan wirausaha terbaik. Baik dari komunitas digital maupun wirausaha sosial. Alhasil, sudah ada proses seleksi terlebih dahulu dari komunitas.

“Kami berpikir objektif. Mengambil yang juara-juara,” ucap Kartika.

Setelah perwakilan dari kampus dan komunitas masuk ke panitia seleksi, lalu dilakukan verifikasi. Mulai dari tempat usaha, jumlah karyawan, jumlah tim, hingga lama usaha. Ini dilakukan dengan harapan, para pengusaha muda itu ke depan, bisa berhubungan dengan baik dengan lembaga keuangan. Sehingga, jika bisnis sudah jalan, secara legal tidak ada kendala, maka ke depan akan mudah untuk membangun kerjasama. Dengan verifikasi dan seleksi ketat, tercatat total wirausaha yang masuk sebanyak 898 wirausaha muda dari sebelumnya mencapai 5 ribu wirausaha yang mendaftar.

Dari sisi penilaian pun lebih ketat dengan sejumlah parameter. Mulai dari sisi presentasi, segi dampak sosial, hingga kreatifitas. Dengan penekanan berbeda untuk tiap kategori. Misal untuk kategori digital, faktor inovasi lebih tinggi. Sementara untuk boga, lebih aspek kreatifitas.

Mereka yang presentasi, juga harus benar-benar owner atau manager sehingga benar-benar mampu menjelaskan mulai dari proses awal, jatuh bangun, hingga tetap eksis. Untuk non mahasiswa, juga harus masuk persyaratan usaha sudah jalan minimal tiga tahun dengan omset minimal Rp500 juta. Adapun kategori fintech dan digital tidak ada syarat omset.

Misal pemenang juara 1 digital dan best of the best WMM tahun ini, masuk lewat jalur inkubator. Dari sisi dampak, akan dirasa beberapa tahun ke depan, terutama ke sektor teknologi informasi. Karena temuannya sangat fenomenal, mampu mengkompres file 16 GB jadi 3 GB, dengan tidak mengubah kualitas. Temuan itu akan mendisrupsi sektor bisnis seperti storage atau server.

(Commercial Content)
Artikel