Melalui WMM Bank Mandiri Ciptakan Ribuan Pengusaha Muda

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) secara berkesinambungan terus mendorong lahirnya para pengusaha muda. Sejak 2007, Bank Mandiri menggelar ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM).



Jumlah pengusaha Indonesia masih kalah dari negara tetangga. Saat ini baru sekitar 0,8% penduduk yang menjadi pengusaha. Padahal, idealnya, jumlah pengusaha mencapai minimal 3% populasi penduduk.

Menyadari kondisi itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) secara berkesinambungan terus mendorong lahirnya para pengusaha muda. Sejak 2007, Bank Mandiri menggelar ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

Ajang ini merupakan komitmen Bank Mandiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menyeleksi generasi muda yang memiliki inovasi, ketekunan, kerja keras, dalam mengembangkan usaha.

Pelaksanaan program WMM juga dilatarbelakangi keprihatinan Bank Mandiri terhadap masih tingginya angka pengangguran dari kalangan generasi muda. WMM memiliki visi besar, mengubah pola pikir mahasiswa maupun kaum muda lainnya agar mau melakukan kewirausahaan, sehingga membantu mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan kerja.

Bank Mandiri menyadari, selain belanja pemerintah, motor utama penggerak perekonomian suatu bangsa adalah sektor bisnis. Oleh karena itu, perlu lebih banyak wirausahawan lahir untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

Program Wirausaha Muda Mandiri meliputi penghargaan, workshop, pemberian beasiswa, dan modul kewirausahaan.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, pelaksanaan program WMM diharapkan menginspirasi generasi muda untuk menjadi generasi yang dapat menciptakan lapangan kerja yang peduli dan mau berkontribusi dalam pembangunan. "Ini tentu jadi suatu kebanggaan karena dapat melipatgandakan jumlah pelaku usaha di Tanah Air," ujar Kartika.

Kegiatan WMM Award dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Workshop Kewirausahaan yang bertujuan memberikan wawasan dan pengetahuan terkini seputar dunia usaha.

Melalui kegiatan Workshop Kewirausahaan, WMM berupaya untuk menyebarluaskan “virus kewirausahaan” kepada peserta yang hadir. Untuk itu berbagai narasumber dari pengusaha sukses dari dalam dan luar negeri dihadirkan untuk berbagi pengalaman, trik dan strategi bisnis.

Bank Mandiri juga merancang berbagai program agar generasi muda yang sudah menjalankan usaha selalu mengikuti perkembangan terkini. Bank Mandiri menyediakan berbagai ruang agar pengusaha muda semakin berkembang.

WMM Expo merupakan salah satu bagian dari program pendampingan usaha dalam bidang pemasaran. Kegiatan ini merupakan market place bagi produk dan jasa dan ajang sharing knowledge bagi finalis nasional serta alumni program WMM.

Dalam ajang WMM Expo, pegunjung dapat berinteraksi dan berjejaring langsung dengan alumni WMM yang telah sukses menggeluti dunia bisnis. Mini workshop dilaksanakan pada WMM Expo dengan tema khusus setiap harinya untuk mengupas seluk beluk dunia bisnis bagi para pengunjung dan tenant.

Seiring perkembangan ekonomi digital, sekaligus membentuk ekosistem pendukung bagi start up business Bank Mandiri meluncurkan program Mandiri Inkubator Bisnis (MIB) pada tahun 2015. Program MIB didesain untuk memberikan pembinaan berkelanjutan dan didukung fasilitas ruang usaha bersama (co-working space).

Mengikuti Tren Usaha

Selama sebelas tahun WMM digelar, Bank Mandiri telah menciptakan ribuan pengusaha-pengusaha baru. Penciptaan pengusaha baru itu dilakukan melalui sinergi yang kuat dengan lebih dari 300 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam perjalanan WMM yang digelar setiap tahun, Bank Mandiri selalu melihat tren dan perkembangan dunia usaha yang digeluti oleh anak muda. Oleh sebab itu kategori pemenang, setiap tahun bisa berbeda.

Kartika menjelaskan, pada awalnya WMM hanya mencakup tiga bidang usaha: kreatif, boga, dan industri jasa perdagangan. Kemudian pada 2011 muncul kategori wirausaha sosial.

Setahun kemudian, pada 2012, kategori wirausaha digital mulai tercakup, lalu pada 2014 ada sub kategori dari wirausaha digital yakni financial technology

Seiring perkembangan ekonomi dan bisnis, boleh jadi beberapa kategori usaha, akan hilang atau berganti. Dalam kurun waktu lima atau sepuluh tahun kemudian, bisa saja satu usaha tertentu sudah tidak ada atau berganti.

“Karena bidang usaha terus berevolusi dan tidak statis, Bank Mandiri selalu melihat perkembangan dari wirausaha di anak-anak muda, karena yang kita lombakan ini usianya, kan, wirausaha muda,” tegas Kartika.

Yang juga harus dicatat, WMM merupakan kompetisi usaha yang sudah teruji, dengan minimal usaha berjalan selama satu tahun, alias bukan semata bussines plan atau konsep semata. Jadi, sudah ada tes dari pasar karena Bank Mandiri ingin melihat anak muda yang berani langsung terjun dalam memulai bisnis.

Sebagai salah satu progam unggulan CSR, ajang WMM tak semata beruap seremoni penghargaan, namun juga lebih jauh lagi dengan memberikan pelatihan, pendampingan, sehingga diharapkan semakin hebat lagi dan menjadi contoh anak muda lain.

Sebagai gambaran, salah satu pemenang WMM pada awalnya dicibir, diragukan, namun kemudian dalam perjalanan waktu kemudian bisa sukses besar dengan kegigihan, konsistensi, kemudian mampu memiliki puluhan outlet di berbagai daerah.

“Seperti Noonaku, awalnya jual baju reseller, sekarang sudah punya karyawan 20 lebih, dipercaya butik dan mal, memproduksi pakaian. Visi juga bagus, bahwa anak muda bisa keren dengan tidak harus mahal, mampu mengakses fashion berkualitas,” ujar Kartika.

Kartika menegaskan, WMM senantiasa mendapat respons positif dari masyarakat. Tercermin dari jumlah pendaftar serta keterlibatan seluruh generasi muda dari seluruh Indonesia.

Sejak 2007 sampai 2016, total partisipan mencapai 36 ribu wirausaha muda, yang tersebar di 33 provinsi, berasal dari 656 universitas atau perguruan tinggi.

Ayo, saatnya yang muda Mandiri.

(Commercial Content)
Artikel