JAKARTA. Tak dapat dipungkiri, produk perbankan masih menjadi favorit masyarakat Indonesia menyimpan dana mereka selama masa pemerintahan Joko Widodo. Meski imbal hasil deposito relatif kuncup, tapi tidak ada risiko sama sekali.
Awal masa Presiden Jokowi, rata-rata bunga deposito 1 bulan dan setahun bertengger di angka 8,56% per tahun dan 1 tahun di 8,76% per tahun. Semakin lama, bunga deposito semakin menurun.
Namun di tahun 2018 ini para peternak deposito bersorak seiring kenaikan suku bunga. Perlahan bunga deposito menanjak. Dan per Agustus 2018 rata-rata bunga deposito 1 bulan di angka 6,2% dan satu tahun 6,24% per tahun.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menyatakan tren deposito masih akan dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga global dan domestik. "Hal ini akan membuat likuiditas bank mengetat. Tentunya bank-bank berusaha mencari dana, ada bank yang memang sulit mencari dana, akan menaikkan bunga deposito," ujar David.
Menurut Doddy Ariefianto, Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bunga deposito perbankan tenor pendek yaitu 1 bulan dan 3 bulan masih menjadi favorit nasabah dalam menempatkan dana mereka.. "Bunga deposito tenor pendek ini mencakup 80% dari total deposito di industri perbankan," ujar Doddy.
Jika berdasarakan valutanya, deposito dengan mata uang rupiah mencatat pangsa pasar 80% dari total deposito perbankan. Kemudian sisanya adalah dari mata uang asing terutama deposito valas dollar Amerika Serikatt (AS).
Dari sisi tempat menyimpan, bunga deposito lebih harum terdapat di bank-bank kecil. Bank kecil menggunakan strategi menghimpun dana dengan memberikan penawaran bunga yang lebih tinggi dibandingkan bank besar. Seperti Bank Dinar menaikan bunga untuk bisa menjaga portofolio yang sudah ada serta meningkatkan jumlah nasabah baru. "Langkah ini diambil lantaran kompetitor juga menaikan suku bunga deposito,"ujar Direktur Utama Bank DinarHendra Lie
Terkait pemilihan bank, , David menyarankan agar nasabah melihat reputasi dan kondisi keuangan. Apalagi bank sudah membuka laporan keuangan di situs mereka. Di situ bisa melihat dan menilai kualitas bank.


