Lipsus Kopi garut

Oleh:Sanny Cicilia | 28 Jun 2016

Penjaja kopi Garut: Biarkan kopinya bicara

JAKARTA. Seiring nama Kopi Garut yang mencuat ke permukaan, beberapa kafe di Tanah Sunda menjajakan kopi dari daerah yang dikenal dengan nama Swiss van Java ini.

Beberapa kafe ini tak sekadar menjangkau konsumen, loh. Tapi juga mengembangkan petani di balik kenikmatan kopi Priangan.

Salah satunya Kopi Florist, yang berada di kawasan Tegalega, Bandung. Tak hanya kopi Garut, kafe ini menawarkan secangkir kopi hasil kebun dari Ciwidey, Puntang Bandung Utara, dan Pengalengan. Pemiliknya menyebut, kopi dataran tinggi Bandung.

Yadi Mulyadi, co-founder kafe Kopi Florist menjelaskan, Kopi Florist menampung hasil grup petani bernama Sunda Hejo yang tersebar di dataran tinggi Bandung.

Para petani ini bernaung di bawah koperasi Klasik Beans. Dia mengklaim, ada sekitar 1.500 petani yang menjadi anggota koperasi Klasik Beans. 

“Jadi kafe ini juga tempat berkumpul para petani. Kalau mau tahu tentang kopi dataran tinggi Bandung, pengunjung bisa ke sini,” katanya.

Yadi menjelaskan, nikmat-tidaknya kopi terletak pada proses pemberlakuan pascapanen. Jika diolah dengan baik, kopi Priangan, salah satunya yang berasal dari Garut kaya akan rasa, termasuk manis dan beraroma buah atau fruity.

Tapi, Kopi Florist lebih ingin dikenal sebagai kelompok kopi konservasi alias yang mengedepankan konservasi, atau menjaga lingkungan hutan, bukan semata-mata menjual kopi.

“Soal enak tidaknya kopi dataran tinggi Bandung ini, biar kopinya berbicara. Kami memperlakukan alam dengan baik, alam memberikan yang baik,” katanya.

Untuk mencari kopi ini, Anda bisa mengunjungi Kopi Florist di kawasan Tegalega Bandung. Jika ingin memesan kopinya juga bisa. Kopi Florist hanya menyediakan nomor whatsapp 081221019236 untuk pemesanan.

Sebagai gambaran, kopi Naganingrum yang berisi kopi Garut dengan varian tipikal, lineas, dan katimor dibanderol Rp 250.000 per kilogram. Jika memesan lebih dari 1 kg, Anda bisa mengunjungi tangan distribusi Kopi Florist lewat online yaitu di www.philo.coffee. Jika ingin memesan green bean dan belum di-roasting pun boleh. 

Kafe Coffee Ebod adalah pilihan lainnya. Kafe ini terletak di kawasan Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut. Kopinya langsung berasal dari perkebunan kopi Cikandang, Cikajang. Di kawasan ini, ada empat kelompok petani binaan besar yang menggarap kebun kopi seluas sampai 3.500 hektare. 

Untuk menikmati secangkir kopi tubruk Si Garutan di Kafe Ebod, Anda cukup merogoh kocek Rp 15.000. Sedangkan untuk kopi premium, bisa merogoh Rp 20.000 – Rp 25.000 per cangkir, tergantung yang dipesan.

Kopi premium ini diolah dengan cara natural. Proses pengeringan bersama dengan kulit memakan waktu sampai 20 hari. Hasilnya adalah kopi pekat, asam, manis, dan sebersit wangi nangka di rongga mulut.

Agus "Ebod" Setiawan, pemilik kafe ini juga menjual kopi kepada kafe-kafe kenalannya di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, dan Bali.

"Syaratnya, mereka harus menulis di buku menu mereka, Kopi Garut," katanya yang tengah gencar memperkenalkan kopi Priangan ini.